Minggu, 28 Juni 2015

CARA HIDUP SEHAT



Cara hidup sehat, agar kita menjadi orang yang sehat tentunya kita harus menjadi bagian dari lingkungan yang sehat, memakan makanan yang sehat, meminum - minuman yang sehat dan tidak lupa memakai pakaian yang menyehatkan. Lingkungan tempat kita tinggal sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan kita karena lingkungan yang tercemar dengan mudah menyebarkan bibit - bibit penyakit yang merugikan kesehatan kita.
Begitu juga dengan makanan dan minuman yang langsung berhubungan dengan organ dalam tubuh kita, apabila tubuh kita kemasukan bahan - bahan yang merugikan tentunya organ dalam tubuh kita tidak dapat bekerja dengan semestinya sehingga mengalami sakit.
Pakaian juga merupakan benda yang langsung berhubungan dengan tubuh kita, apabila kita memakai pakaian yang tidak bersih tentunya akan menjadi tempat bersarangnya kuman yang akan menyebarkan penyakit. kebiasaan memakai pakaian yang bersih merupakan cara hidup sehat yang dimulai dari diri kita sendiri.
Berikut ini adalah beberapa hal yang sangat penting yang merupakan cara hidup sehat untuk menjaga agar tubuh kita tetap sehat dan terhindar dari berbagai jenis penyakit penyakit :
  1. Menjaga lingkungan agar tetap bersih dan hindari tindakan yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan jauhi lingkungan yang sudah tercemar karena akan merugikan kesehatan.
  2. Mandi setidaknya 2 kali sehari, ini akan menjaga kesegaran tubuh dan setidaknya merupakan cara menghilangkan bau badan yang harus dilakukan secara rutin.
  3. Hindari kebiasaan merokok dan jauhi asap rokok
  4. konsumsi 4 sehat 5 sempurna untuk mendapatkan gizi yang seimbang sebagai kebutuhan tubuh manusia.
  5. Kurangi mengkonsumsi makanan dengan kadar lemak tinggi.
  6. Hindari makanan berbahan pengawet, pewarna dan bahan penyedap yang berlebihan karena dalam jangka panjang akan menimbulkan risiko penyakit seperti kanker dan lain - lain.
  7. Hindari minum - minuman beralkohol atau minuman dengan kadar gula dan kafein yang tinggi, perbanyaklah minum air putih minimal 8 gelas per hari.
  8. Jagalah agar pakaian yang kita pakai selalu bersih dan segera ganti apabila kotor, tentunya dengan mandi teratur setiap hari.
  9. Hindari stress dan tetap tenang dalam menghadapi setiap permasalahan.
  10. Olah raga secara teratur akan membuat organ - organ tubuh berfungsi dengan baik.
  11. Makan secara teratur dan menjaga keseimbangan antara aktivitas dan istirahat.
Di bawah ini adalah unsur - unsur 4 sehat 5 sempurna yang merupakan makanan standar untuk gizi seimbang :
  1. Makanan Pokok. Makanan utama berfungsi sebagai sumber tenaga bagi tubuh untuk dapat mampu malakukan aktifitas sehari-hari. Contohnya seperti nasi, jagung, oat, kentang, gandum / tepung terigu, serta umbi-umbian lainnya.
  2. Lauk-Pauk. Lauk pada makanan memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan zat pembangun pada tubuh. Misalnya yaitu tempe, tahu, telur, daging, ikan, dan lain-lain.
  3. Sayur-Mayur. Sayur-sayuran pada makanan memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan zat pengatur pada tubuh. Contoh : Kangkung, bayam, terong, tomat, cabe, kacang panjang, kol gepeng, labu siam, dan lain sebagainya.
  4. Buah - buahan. Mirip dengan sayur mayur, buah-buahan pada makanan memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan zat pengatur pada tubuh. Contohnya yakni apel, manggis, markisa, kesemek, salak pondoh, duren, dan lain sebagainya.
  5. Susu. Merupakani pelengkap di mana tidak ada kewajiban atau keharusan kita untuk mengkonsumsi atau meminumnya. Namun tidak ada salahnya jika kita minum susu setelah makan, karena mengandung berbagai macam kandungan zat yang berguna dan baik bagi tubuh kita.
Kumpulan artikel di atas adalah tips - tips sederhana yang setidaknya dapat memberikan gambaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan yang merupakan faktor penting dalam cara hidup sehat.
Paling tidak dengan membiasakan pola hidup sehat seperti di atas, kita dapat mencegah sejak dini timbulnya ancaman penyakit seperti : penyakit kanker, jantung, stroke, sakit maag, terhindar dari bau badan dan lain lain.

sumber : http://www.edyutomo.com/kesehatan/cara-hidup-sehat

MENDEKORASI RUMAH DENGAN INTERIOR RETRO




    Penggunaan retro style ini sangat umum kita jumpai pada gaya berpakaian, kendaraan, atau furnitur, hingga dekorasi rumah. Benar, gaya retro memang sangat fleksibel dan kita semua dapat berkesperimen dengan gaya retro ini dengan mengaplikasikannya pada dekorasi di ruangan-ruangan rumah kita. Dengan menampilkan gaya retro ini di rumah Anda, terlebih bagi Anda yang terlahir di tahun 50an hingga 70an, maka hal ini dapat membangkitkan memori Anda pada masa kanak-kanak atau masa muda Anda.



Selain itu, bukan tidak mungkin tamu-tamu yang berkunjung ke rumah Anda akan terkesan pula dengan gaya retro yang Anda tampilkan. Untuk itu, berikut ini tips yang bisa Anda ikuti untuk membawa suasana retro ke dalam rumah Anda.

Langkah-Langkah:

1. Pilih gambar dari figur-figur terkenal di era 50an atau 70an
Kita tahu bahwa retro style memiliki rentang waktu yang luas, yakni antara tahun 50an hingga 70an. Dalam waktu-waktu tersebut, bukan tak mungkin bila masing-masing tahun memiliki ciri khasnya sendiri. Maka dari itu, Anda bisa lebih memfokuskan tahun dimana Anda akan mengangkatnya pada dekorasi rumah ala retro ini. Setelah memilih rentang tahun yang lebih spesifik, carilah gambar figur yang sangat terkenal pada tahun itu, entah figur artis, pemain sepak bola, film, musik, atau penyanyi.
Kumpulkan figur-figur tersebut dan pajang di tempat-tempat strategis. Untuk mendapatkan gambar mereka, Anda bisa berburu majalah-majalah lawas di toko-toko bekas atau toko antik.
Agar gambar lebih awet, maka sebelum menempelkannya di dinding dengan terlebih dahulu memasangnya pada papan atau pigura. Atau, Anda bisa juga melaminating gambar-gambar tersebut dan menyatukannya dalam papan besar yang ditempatkan pada satu ruangan saja. Pilihlah ruangan yang sering diakses sehingga orang-orang akan melihat figur-figur tersebut dan merasakan nostalgia masa lalu.








Desain Interior Bergaya Retro Dengan Nuansa yang Lebih Modern

2. Mulailah mendekorasi bagian lantai dan dinding ruangan
Langkah selanjutnya yang perlu Anda tempuh adalah memilih dekorasi yang tepat untuk dinding dan lantai. Dinding di era retro, khususnya di tahun 50an, sangat kental dengan penggunaan warna-warna cerah seperti merah, hijau, dan pink. Sedangkan pada tahun 60an, tren dekorasi rumah lebih kepada penggunaan walpaper berlapis kertas warna perak. Selain itu, penggunaan barang-barang berbahan beludru juga kerap kita temui pada tahun ini. Sementara tren retro ala tahun 70an, kita akan banyak menjumpai penggunaan warna-warna yang lebih gelap dan bentuk-bentuk op-art mulai diperkenalkan.
Pada bagian lantai, lantai dengan 2 macam warna pada ubin dan didesain menyerupai papan catur menjadi tren kala itu, terutama pada era tahun 50an. Untuk lebih mengensankan figur papan catur itu sendiri, maka warna hitam dan putih banyak digunakan. Sedangkan tren di tahun 60an hingga 70an, lantai cenderung dialasi dengan karpet sehingga desain lantai tak terlalu dominan. Selain itu, parquet atau lantai kayu juga banyak dijadikan pilihan.
Untuk mengadopsi mode retro ini, Anda bisa cukup menambahkan karpet dengan pola menyerupai papan catur. Jangan lupa, pilih karpet berbahan halus. Tempatkan di ruangan strategis agar lebih terasa kesan retro yang ingin Anda ciptakan.


Desain Furniture Kayu Bergaya Retro

3. Pilih furnitur dengan style retro
Dekorasi retro di rumah Anda rasanya tak lengkap tanpa menambahkan furnitur ala retro. Di era tahun 50an dan 60an, style furnitur cenderung sederhana dengan permukaan yang mengkilap tanpa banyak ornamen. Memasuki tahun 70an, desain furnitur lebih menekankan fungsi sehingga dibentuk dengan desain yang senyaman mungkin untuk digunakan. Namun, dipenghujung tahun 70an, desain furnitur lebih cenderung futuristik yang merefleksikan kondisi masyarakat kala itu untuk menuju modernitas.
Permukaan furnitur yang berkilau seperti plastik berwarna putih, stainless steel, dan bahan kulit yang berwarna gelap menjadi sangat populer. Pada tahun-tahun itu pulalah banyak kursi-kursi dengan permukaan plastik dan berbentuk telur mulai banyak diperkenalkan.

4. Tambahkan aksesoris sebagai sentuhan akhir
Memilih aksesoris atau hiasan retro sebagai pelengkap dekorasi ruangan tak terlalu sulit. Anda cukup memilih aksesoris dengan warna-warna terang yang saling bertabrakan, seperti merah, hijau, atau biru. Penggunaan warna-warna terang yang tampaknya terkesan ‘norak’ bisa semakin menguatkan kesan retro. Untuk itu, Anda bisa memilih aksesoris ruangan berbahan manik-manik besar dan berwarna-warni. Manik-manik berbentuk hati sangat banyak disukai pada waktu itu dan Anda bisa menerapkan hal ini untuk aksesoris retro di rumah Anda.
Bentuk-bentuk geometris juga mendominasi desain ala retro. Maka, Anda bisa memilih karpet, wallpaper, kotak perhiasan, atau aksesoris dan ornamen yang memiliki bentuk geometris yang dominan.


SELAMAT MENCOBA...

Sabtu, 27 Juni 2015

ARSITEKTUR TROPIS

Arsitektur tropis merupakan arsitektur yang berada di daerah tropis dan telah beradaptasi dengan iklim tropis. Indonesia sebagai daerah beriklim tropis memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap bentuk bangunan rumah tinggal, dalam hal ini khususnya rumah tradisional. Kondisi iklim seperti temperatur udara, radiasi matahari, angin, kelembaban, serta curah hujan, mempengaruhi desain dari rumah-rumah tradisional. Masyarakat pada zaman dahulu dalam membangun rumahnya berusaha untuk menyesuaikan kondisi iklim yang ada guna mendapatkan desain rumah yang nyaman dan aman.





a

(Perumahan tradisional Pulau Samosir)

Di samping itu, arsitektur rumah tradisional sebagai ungkapan bentuk rumah tinggal karya manusia adalah merupakan salah satu unsur budaya yang tumbuh dan berkembang bersamaan dengan pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan suatu masyarakat, suku atau bangsa yang unsur-unsur dasarnya tetap bertahan untuk kurun waktu yang lama dan tetap sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan kebudayaan suatu masyarakat, suku, atau bagsa yang bersangkutan. Oleh karena itu, arsitektur tradisional, pada khususnya arsitektur rumah tradisional, akan merupakan salah satu identitas sebagai pendukung kebudayaan masyarakat, suku, atau bangsa tersebut.

b

(Rumah tradisional Joglo)

Konsep rumah tropis, pada dasarnya adalah adaptasi bangunan terhadap iklim tropis, dimana kondisi tropis membutuhkan penanganan khusus dalam desainnya. Pengaruh terutama dari kondisi suhu tinggi dan kelembaban tinggi, dimana pengaruhnya adalah pada tingkat kenyamanan berada dalam ruangan. Tingkat kenyamanan seperti tingkat sejuk udara dalam rumah, oleh aliran udara, adalah salah satu contoh aplikasi konsep rumah tropis. Meskipun konsep rumah tropis selalu dihubungkan dengan sebab akibat dan adaptasi bentuk (tipologi) bangunan terhadap iklim, banyak juga interpretasi konsep ini dalam tren yang berkembang dalam masyarakat; sebagai penggunaan material tertentu sebagai representasi dari kekayaan alam tropis, seperti kayu, batuan ekspos, dan material asli yang diekspos lainnya.

Kriteria Perencanaan pada Iklim Tropis Lembab

Kondisi iklim tropis lembab memerlukan syarat-syarat khusus dalam perancangan bangunan dan lingkungan binaan, mengingat ada beberapa factor- faktor spesifik yang hanya dijumpai secara khusus pada iklim tersebut, sehingga teori-teori arsitektur, komposisi, bentuk, fungsi bangunan, citra bangunan dan nilai-nilai estetika bangunan yang terbentuk akan sangat berbeda dengan kondisi yang ada di wilayah lain yang berbeda kondisi iklimnya. Menurut DR. Ir. RM. Sugiyatmo, kondisi yang berpengaruh dalam perancangan bangunan pada iklim tropis lembab adalah, yaitu :

1. Kenyamanan Thermal

Usaha untuk mendapatkan kenyamanan thermal terutama adalah mengurangi perolehan panas, memberikan aliran udara yang cukup dan membawa panas keluar bangunan serta mencegah radiasi panas, baik radiasi langsung matahari maupun dari permukaan dalam yang panas.
Perolehan panas dapat dikurangi dengan menggunakan bahan atau material yang mempunyai tahan panas yang besar, sehingga laju aliran panas yang menembus bahan tersebut akan terhambat.Permukaan yang paling besar menerima panas adalah atap. Sedangkan bahan atap umumnya mempunyai tahanan panas dan kapasitas panas yang lebih kecil dari dinding. Untuk mempercepat kapasitas panas dari bagian atas agak sulit karena akan memperberat atap. Tahan panas dari bagian atas bangunan dapat diperbesar dengan beberapa cara, misalnya rongga langit-langit, penggunaan pemantul panas reflektif juga akan memperbesar tahan panas.
Cara lain untuk memperkecil panas yang masuk antara lain yaitu :
1. Memperkecil luas permukaan yang menghadap ke timur dan barat.
2. Melindungi dinding dengan alat peneduh. Perolehan panas dapat juga dikurangi dengan memperkecil penyerapan panas dari permukaan, terutama untuk permukaan atap.
Warna terang mempunyai penyerapan radiasi matahari yang kecil sedang warna gelap adalah sebaliknya. Penyerapan panas yang besar akan menyebabkan temperatur permukaan naik. Sehingga akan jauh lebih besar dari temperatur udara luar. Hal ini menyebabkan perbedaan temperatur yang besar antara kedua permukaan bahan, yang akan menyebabkan aliran panas yang besar.

c

2. Aliran Udara Melalui Bangunan

Kegunaan dari aliran udara atau ventilasi adalah :
1. Untuk memenuhi kebutuhan kesehatan yaitu penyediaan oksigen untuk pernafasan, membawa asap dan uap air keluar ruangan, mengurangi konsentrasi gas-gas dan bakteri serta menghilangkan bau.
2. Untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan thermal, mengeluarkan panas, membantu
mendinginkan bagian dalam bangunan.
Aliran udara terjadi karena adanya gaya thermal yaitu terdapat perbedaan temperature antara udara di dalam dan diluar ruangan dan perbedaan tinggi antara lubang ventilasi. Kedua gaya ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendapatkan jumlah aliran udara yang dikehendaki. Jumlah aliran udara dapat memenuhi kebutuhan kesehatan pada umumnya lebih kecil daripada yang diperlukan untuk memenuhi kenyamanan thermal. Untuk yang pertama sebaiknya digunakan lubang ventilasi tetap yang selalu terbuka. Untuk memenuhi yang kedua, sebaiknya digunakan lubang ventilasi yang bukaannya dapat diatur.

3. Radiasi Panas

Radiasi panas dapat terjadi oleh sinar matahari yang langsung masuk ke dalam bangunan dan dari permukaan yang lebih panas dari sekitarnya, untuk mencegah hal itu dapat digunakan alat-alat peneduh (Sun Shading Device).
Pancaran panas dari suatu permukaan akan memberikan ketidaknyamanan thermal bagi penghuni, jika beda temperatur udara melebihi 40C. hal ini sering kali terjadi pada permukaan bawah dari langit-langit atau permukaan bawah dari atap.
d

(Beberapa jenis shading device)

Penerangan Alami pada Siang Hari

Cahaya alam siang hari yang terdiri dari :
1. Cahaya matahari langsung.
2. Cahaya matahari difus
Di Indonesia seharusnya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya cahaya ini untuk penerangan siang hari di dalam bangunan. Tetapi untuk maksud ini, cahaya matahari langsung tidak dikehendaki masuk ke dalam bangunan karena akan menimbulkan pemanasan dan penyilauan, kecuali sinar matahari pada pagi hari. Sehingga yang perlu dimanfaatkan untuk penerangan adalah cahaya langit.
Untuk bangunan berlantai banyak, makin tinggi lantai bangunan makin kuat potensi cahaya langit yang bisa dimanfaatkan. Cahaya langit yang sampai pada bidang kerja dapat dibagi dalam 3 (tiga) komponen :
1. Komponen langit.
2. Komponen refleksi luar
3. Komponen refleksi dalam
Dari ketiga komponen tersebut komponen langit memberikan bagian terbesar pada tingkat penerangan yang dihasilkan oleh suatu lubang cahaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya tingkat penerangan pada bidang kerja tersebut adalah :
1. Luas dan posisi lubang cahaya.
2. Lebar teritis
3. Penghalang yang ada dimuka lubang cahaya
4. Faktor refleksi cahaya dari permukaan dalam dari ruangan.
5. Permukaan di luar bangunan di sekitar lubang cahaya.
Untuk bangunan berlantai banyak makin tinggi makin berkurang pula kemungkinan adanya penghalang di muka lubang cahaya. Dari penelitain yang dilakukan, baik pada model bangunan dalam langit buatan, maupun pada rumah sederhana, faktor penerangan siang hari
rata-rata 20% dapat diperoleh dengan lubang cahaya 15% dari luas lantai, dengan catatan posisi lubang cahaya di dinding, pada ketinggian normal pada langit, lebar sekitar 1 meter, faktor refleksi cahaya rata-rata dari permukaan dalam ruang sekitar 50% – 60% tidak ada penghalang dimuka lubang dan kaca penutup adalah kaca bening


e

Desain rumah tropis bekerja menuju satu tujuan utama dasar: tinggal nyaman tanpa bergantung pada AC. Hal ini dilakukan dengan moderasi dari tiga variabel: temperatur, kelembaban dan sirkulasi udara. Victor Olgay dalam bukunya, “Desain dengan Iklim”, mengembangkan garis panduan untuk arsitektur iklim responsif dalam empat daerah iklim yang berbeda, salah satunya adalah lingkungan tropis panas lembab. Merancang sebuah rumah pasif didinginkan dimulai dengan situs dan mencakup setiap aspek dari rumah sampai ke warna.

KARYA RIDWAN KAMIL






 
[pkscibitung/SB]-SEJAK selesai dibangun dan diresmikan pada 17 Ramadan 1431 H (27 Agustus 2010), bangunan yang terletak di kawasan Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, ini sudah mencuri perhatian masyarakat di Bandung Barat dan sekitarnya.
Bangunannya yang unik menjadikan bangunan ini mudah dikenali oleh masyarakat yang melintas di kawasan Kota Baru Parahyangan. Apalagi dari kejauhan pun bangunan ini terlihat menjulang karena lokasinya berada beberapa meter di atas jalan raya.


Nama masjid ini makin populer dan dikenal luas oleh masyarakat, bahkan dunia, sebab beberapa bulan setelah dibangun, masjid yang memiliki arsitektur memukau ini langsung menyabet penghargaan bergengsi tingkat dunia. National Frame Building Association memilih Masjid Al-Irsyad, nama masjid unik ini, menjadi satu-satunya bangunan tempat peribadatan di Asia yang masuk 5 besar Building of The Year 2010.
Perhelatan akbar yang melibatkan sekitar 15.000 orang arsitek di seluruh dunia ini menempatkan Masjid Al-Irsyad dalam kategori arsitektur religius. Hal yang lebih membanggakan lagi, masjid berbentuk kubus ini menjadi satu-satunya tempat peribadatan di luar gereja.
Jika biasanya masjid memiliki kubah, tidak demikian dengan Masjid Al-Irsyad. Masjid yang dirancang oleh salah seorang arsitek ternama Indonesia, Ridwan Kamil (Kini menjadi walikota Bandung;red), ini didesain mirip Kabah. Bangunan masjid yang berbentuk kubus terlihat begitu bersahaja. Namun penataan batu bata pada keseluruhan dinding masjid terlihat sangat mengagumkan.


Batu bata yang disusun sedemikian rupa sehingga berbentuk lubang atau celah di antara bata solid, jika dilihat dari kejauhan, akan menghadirkan lafaz Arab yang terbaca sebagai dua kalimat tauhid (Laa ilaha illallah Muhammad Rasulullah, yang artinya tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah).
Selain memiliki fungsi artistik, lubang-lubang itu juga berfungsi sebagai ventilasi udara. Menjelang malam, ketika lampu di dalam masjid mulai dinyalakan, sinar lampu akan menerobos celah ventilasi sehingga jika dilihat dari luar tampak seperti masjid yang memancarkan cahaya berbentuk kalimat tauhid. Benar-benar sangat mengagumkan.
“Jika dilihat dari dalam seperti susunan batu bata yang berantakan. Tapi jika dilihat dari kejauhan, lubang angin itu akan membentuk tulisan kalimah tauhid,” ujar Ketua DKM Masjid Al-Irsyad, Dr Ahmad Hairudin Murtani PhD, saat ditemui Tribun di Masjid Al-Irsyad, Kota Baru Parahyangan.


Secara keseluruhan, masjid seluas 1.871 meter persegi itu hanya memiliki tiga warna, yaitu putih, hitam, dan abu-abu. Susunan tiga warna tersebut tidak menjadikan masjid ini kehilangan daya tariknya. Justru, ketiga warna itu menjadikan masjid ini tampil lebih cantik, modern, simpel, tapi tetap elegan dan enak dipandang mata.
Di dalam interior masjid dipasang 99 buah lampu, sebagai simbol 99 nama Allah atau (asmaul husna). Tiap lampu yang berbentuk kotak itu memiliki sebuah tulisan nama Allah.
Ruang salat di masjid yang mampu menampung sekitar 1.500 orang jemaah ini tidaklah memiliki tiang atau pilar di tengah ruangan untuk menopang atap sehingga seakan terasa begitu luas. Hanya empat sisi dinding yang menjadi pembatas sekaligus penopang atapnya. Celah-celah angin pada empat sisi dinding masjid berbentuk segi empat itu menjadikan sirkulasi udara di ruang masjid begitu baik sehingga tidak terasa gerah atau panas di dalamnya meskipun AC atau kipas angin tak terpasang di dalam masjid.
Bentuk mihrab di masjid ini juga dirancang sebagai tempat menghadap Allah dengan konsep “keindahan alam dan kebesaran Allah” di mana mihrab terbuka langsung menghadap gunung dan langit tanpa adanya dinding apa pun di bagian kiblat masjid ini. “Bagian imam ini sengaja tanpa dinding. Artinya menggambarkan bahwa setiap makhluk yang salat dia akan menghadap Allah,” kata Ahmad.
Halaman masjid pun ditata sedemikian rupa dengan filosofis Kabah. Lanskap dan ruang terbuka sengaja dirancang berbentuk garis-garis melingkar yang mengelilingi bangunan masjid. “Lingkaran-lingkaran yang mengelilingi masjid itu terinspirasi dari konsep tawaf yang mengelilingi Kabah,” ujarnya.
Setiap hari masjid ini tak hanya dikunjungi oleh masyarakat di sekitar Bandung, juga dari seluruh nusantara. Bahkan, ribuan orang dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Timur Tengah, Belanda, Australia dan beberapa negara Eropa lainnya rela jauh-jauh untuk melihat keunikan dan desain futuristik Masjid Al-Irsyad ini.
“Masjid ini bahkan sudah jadi tujuan studi para mahasiswa arsitektur di seluruh dunia karena masjid ini penuh dengan konsep arsitektur kelas dunia,” kata Ahmad.
Menurut Ahmad, meski ribuan orang hilir-mudik dan keluar-masuk masjid, para pengunjung tak perlu khawatir masjid menjadi kotor atau terkena najis. Sebab, masjid itu dijaga kebersihannya selama 24 jam penuh. Untuk kebersihan saja, kata Ahmad, pengurus DKM setiap bulannya menghabiskan biaya operasional sebesar Rp 19 hingga Rp 20 juta.
“Dengan menerapkan manajemen masjid yang profesional sejak berdiri, alhamdulillah masjid ini selain indah juga sangat makmur dan selalu dikunjungi banyak orang,” ujar Ahmad Hairudin. (tribunnews)