Minggu, 25 Oktober 2015

KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN ARSITEKTUR TERHADAP LINGKUNGAN



Dijaman sekarang sedang buming dengan yang namanya global warming atau pemanasan global. Kita haruslah seevisien mungkin menggunakan energi. Penghematan energi bisa dimulai dari hal hal kecil. Rumah ramah lingkungan dan hemat energi memberi solusi menyikapi adanya pemanasaan global.

Saya jadi ingat apa yang dikatakan dosen saya, rumah adalah pemgguna energi terbesar ke dua setelah industri. Rumah merupakan tempat dimana manusia tinggal dan melakukan segala aktivitas yang menggunakan energi. Bayangkan seberapa besar pengunaan energi dalam mendukung aktivitas manusia di dalam rumahmengenai rumah ramah lingkungan kita dituntut tidak hanya memperhatikan dampak luar saja kita juga dituntut mengenai dampak dalam deangan membantu memperbaiki kerusakan lingkungan. Aspek yang terkait adalah rancangan arsitektur bangunan, metodologi mrmbangun, material bangunan, evisiensi penggunaan energi, evisiensi pengugunaan air dan life cycle cological living. 

                Rumah ramah lingkungan merupakan gerakan kita dalam menerima mesage tentang kerusakan alam. Pengunaaan material yang berasal dari alam dan itu dapat diperbaharui agar kelak kehidupan anak cucu kita dapat berlangsung selayaknya. Gerakan hemat energi bisa dilakukan ketika kita akan membuat atau membangun rumah baru atau juga kala kita merenovasi rumah kita. Apa sajakah itu?

·         Efisiensi pencahayaan
Pemcahayan alami dapat dilakukan dengan menggunakan bukaan yang sebesar mungkin. Disini saya berbicara tentang cahaya matahari. Denganmemanfaatkan cahaya matahari tentu kita akan menghemat dari penggunaa lampu yang juga menggunakan listrik. Pencahayaan alami dapat diperoleh dari lubang dinding(jendela ) maupun lubang atap. Buatlah rumah dengan memberi lubang pada dinding dan atap dengan selebar mungkin agar cahaya dapat masuk semaksimal mungkin.

·         Evisiensi ruang
Disini saya berbicara mengenai penggabungan fungsi ruang agar tidak terlalu banyak ruang yang dibangun di dalamnya. Misal saja meniadakan ruang tamu karna kita jarang menerima tamu. Buat ruang keluarga yang luas. Kita dapat menerima tamu di ruang keluarga yang luas dengan nyaman dalam berbincang. Bmenempatkan ruang tamu di luar ruangan, bisa di terasa mungkin. Kita mendesain konsep outdor sedemikian rupa aga tamu merasa nyaman walau sedang di luar ruangan.

·         Pembayangan ruang luar, kulit bangunan, dan ventilasi
 Pemilihan bahan dan juga desain merupakan cara menghemat energi. Sebagaimana kita memanfaatkan ventilasi agar cahaya angin dapat masuk dan tentunya kita menghemat energi dari penggunaan AC .

·         Atap yang sejuk
Pilihlah bahan atap yang memiliki nilai hambatan terhadap panas yang baik. Pilih atap yang terbuat dari tanah atau keramik. Atap yang dapat memantulkan panas membuat hawa di dalamnyaa terasa sejuk. Menambahkan lembaran alumunium foil di bawat atap. Sterofoam yang dilapisi beton juga dapat membuat hawa di dalam ruangan terasa sejuk meski panas di luar terik.

·         Material ramah lingkungan(dapat diperbaharui)
Dengan memilih bahan yang dapat diperbarui kita layak disebut sebagai pemecah solusi. Membeli bahan dari produk lokal. Dengan membeli produk lokal yang berkualitas dan tentu saja dekat akan meng evisiensi trasport pengiriman banrang.
Tidak salah juga kita memakai bahan bekas misal keramik bekas atau pecahan. Kaca bekas,genting bekas dan lain lain.

·         Pemanfaatan lahan hijau
Dengan memperhatikan pohon dapat mereduksi terhadap pemanasan global.
Pohon dapat menghasilkan oksigen dikala siang hari dan itu dapat menyejukkan udara di sekitarnya. Seandainya tidak ada lahan terbuka kita juga dapat memilih tanaman rambat sebagai alternatif.

·         Gaya hidup hemat
Ø  Hemat air
Menghemat pemakaian air dapat dilakukan sedari mungkin dengaan memakai air dengan bijak. Tidak mandi di bak dapat mengurangi pemborosan terhadap air. Pakai air seperlunya dan tak luoa mematikan air bila sudah tidak digunakan
Ø  Buat sumur resapan
Membuat sumur resapan atau biopori. Membuat septiktank yang ramah terhadap lingkungan denga memanfaatkan setiktang alternatif yang didapat dari kecanggihan teknologi.
Ø  Memakai elektronik yang hemat energi

Kegagalan dalam Arsitektur

Arsitektur ialah suatu bidang ilmu yang mempelajari tentang bangun dan bangunan, namun dalam proses pembangunan tidak hanya aspek bangunan itu sendiri seperti bahan, kosntruksi, estetika maupun ekonomis yang harus di perhatikan. Tetapi juga harus memperhatikan dari aspek yang lain seperti psikologis si penghuni rumah maupun dampak yang di akibatkan terhadap lingkungan. Karena bangunan di dirikan untuk di huni dan didirikan di dalam lingkungan sehingga ke dua aspek itu tidak dapat di lepaskan dari bidang Arsitektur.

Seandainya ilmu Arsitektur tidak memperhatikan kedua aspek tersebut dapat di pastikan banyak masalah-masalah yang akan terjadi. Tidak dapat di pungkiri Arsitektur merupakan salah satu bidang ilmu yang merusak lingkungan contoh kecilnya ialah, tanah sebagai resapan air harus di tutup beton sebagai pembangunan yang dimana beton itu sendiri tidak dapat di tembus oleh air. Dan ketika bangunan itu sudah berfungsi sebagai hunian akan banyakanya energi-energi yang di butuhkan dan limbah-limbah yang di hasilkan yang sudah pasti merusak lingkungan sekitar. Namun bagaimnapun juga manusia tidak bisa lepas dari Arsitektur karena manusia membutuhkan tempat untuk berlindung dan menetap. Oleh sebab itu ilmu Arsitektur harus di pelajari agar adanya keseimbangan antara bangunan dan lingkungan.

Contoh dampak buruk dari kurang baiknya Arsitektur

Banjir

Suatu bangunan arsitektur dapat di katakan gagal jika antara bangunan dan keadaan lingkungan sekitar tidak seimbang yang menciptakan dampak negatif yang berlebih dan tidak terkendali terhadap lingkungan maupun terhadap si penghuni.

Berikut ini adalah beberapa yang diperkirakan masuk kedalam salah satu kekurangtelitian arsitek dalam melakukan tugasnya dalam membangun :

1. Jebolnya tanggul Situ Gintung karena selain banyaknya curah hujan yang terjadi, peneliti memperkirakan itu juga karena maraknya pembangunan tempat wisata ataupun bangunan komersial lainnya disekitar tanggul Situ Gintung yang seharusnya menjadi tanah resapan bagi tanggul tersebut.





2.Jembatan Tanah Abang Roboh membuat beberapa pengunjung yang berbelanja tetimbun reruntuhan. Bangunan yang roboh di sekitar Metro Tanah Abang merupakan calon toilet di pusat grosir Metro Tanah Abang, bukan merupakan jembatan penghubung Blok A-Blok B. Bangunan itu roboh karena konstruksi belum sempurna.Bangunan yang runtuh adalah bagian yang akan dijadikan toilet di lantai tiga gedung tersebut.(Kaskus,megapolitankompas)


Sebagai seorang arsitek haruslah kita menghargai karya kita agar kita lebih mawas diri dan menjadikan kita lebih berhati-hati dan lebih teliti dalam melakukan tugas kita. Sehingga kita paling tidak dapat mengurangi kecelakaan ataupun kegagalan yang akan terjadi.

Maka dari itu kita sebagai arsitek haruslah memperbaiki diri agar jangan selalu kita disalahkan bilamana ada kesalahan dalam pembangunan suatu proyek maupun sesudahnya.



Seorang arsitek sangatlah berperan penting dalam pembangunan karena itu juga dituntut tanggung jawab yang besar sehingga janganlah kita menyepelekannya tetapi lebih memperhatikannya. Setiap bangunan yang tercipta pasti memiliki dampak pada lingkungan, dampaknya bermacam-macam ada yang baik dan ada pula yang buruk. Tetapi bukan berarti bidampaknya buruk maka arsiteklah yang salah, karena masih banyak hal-hal yamg mempengaruhi rusaknya lingkungan karena suatu bangunan maupun bangunan itu sendiri.

kesimpulan
arsitek yang berhasil adalah asritek yang mampu membuat sesuatu yang lama atau yang kurang layak dapat diperbaharui dengan memenuhi 3 syarat yaiutu Firmitas, Utilitas, dan Venustas yang juga memperhatikan dampak/pengaruh yang baik di masa yang akan datang atau masa jangka panjang.
kegagalan arsitek terjadi karena kurangnya ketelitian, pengamatan, dan pemikiran jangka panjang.

Referensi:

http://www.wbdg.org/design/sustainable.php sumber:http://aplatteroffigs.blogspot.com/2014/03/konsep-rumah-ramah-lingkungan.htm



Kamis, 08 Oktober 2015

PENGERTIAN ARSITEKTUR LINGKUNGAN, BIOLOGIS DAN EKOLOGIS

Pengertian Arsitektur

Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaituperencanaan kota, perencanaan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain parabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.


Pengertian Lingkungan

      Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.
     Bagi sebagian besar orang, waktu mereka dihabiskan untuk terlibat dalam organisasi baik formal maupun informal. Sejak kita memasuki masa sekolah hingga hidup bermasyarakat, tentunya banyak sekali kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti, seperti kelompok paduan suara, tim olahraga, kelosmpok musik atau drama, organisasi keagamaan di lingkungan tempat tinggal, atau juga bisnis.
     Organisasi formal merupakan sistem tugas, hubungan, wewenang, tanggung jawab, dan pertanggung jawaban yang dirancang oleh manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan. Sedangkan organisasi informal adalah suatu hubungan jaringan pribadi dan sosial yang mungkin tidak dilakukan atas dasar hubungan wewenang formal. Organisasi informal dapat terbentuk di dalam perusahaan karena adanya interaksi antar karyawan, contohnya kelompok arisan pada suatu kantor. Organisasi informal muncul karena adanya kebutuhan pribadi dan kelompok dalam suatu organisasi.

     Organisasi formal merupakan sistem tugas, hubungan, wewenang, tanggung jawab, dan pertanggung jawaban yang dirancang oleh manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan. Sedangkan organisasi informal adalah suatu hubungan jaringan pribadi dan sosial yang mungkin tidak dilakukan atas dasar hubungan wewenang formal. Organisasi informal dapat terbentuk di dalam perusahaan karena adanya interaksi antar karyawan, contohnya kelompok arisan pada suatu kantor. Organisasi informal muncul karena adanya kebutuhan pribadi dan kelompok dalam suatu organisasi.

Pengertian Arsitektur Biologis

Dalam arsitektur dikenal istilah arsitektur biologis, yaitu ilmu penghubung antara manusia dan lingkungannya secara keseluruhan yang juga mempelajari pengetahuan tentang hubungan integral antara manusia dan lingkungan hidup, dan merupakan arsitektur kemanusiaan yang memperhatikan kesehatan.Istilah arsitektur biologis diperkenalkan oleh beberapa ahli bangunan, antara lain Prof. Mag.arch, Peter Schmid, Rudolf Doernach dan Ir. Heinz Frick. Sebenarnya, arsitektur biologis bukan merupakan hal yang baru, sebab sejak ribuan tahun yang lalu nenek moyang kita telah menerapkan konsep dasar dari arsitektur biologis ini, yaitu dengan membangun rumah adat (tradisional) menggunakan bahan-bahan yang diambil dari alam sehingga tidak mencemari lingkungan dan mempertimbangkan rancang bagun yang dapat tahan dengan segala macam ancaman alam, seperti hewan buas dan bencana seperti banjir, longsor,gempa, dan lain-lain. Rumah adat yang berbentuk rumah panggung adalah contoh dari arsitektur biologis masyarakat Indonesia zaman dahulu. Pada peristiwa gempa di Padang tahun lalu, rumah adat ini terbukti lebih kokoh dibanding dengan rumah atau bangunan lain,karena bobotnya yang ringan, terbuat dari bambu dan kayu.Di era modern seperti sekarang, menggunakan arsitektur biologis bukan tidak mungkin, apalagi di saat kondisi bumi mengalami perubahan drastis yang disebabkan pemanasan global. Namun, tentu kita tidak harus membangun bangunan yang sama persis dengan rumah adat, karena kondisi lingkungan saat ini tidak lagi memungkinkan kita untuk membuatnya. Yang mungkin kita lakukan adalah dengan mencoba membuat rancang bangun rumah yang efisien akan sumber daya (seperti listrik) tanpa mengurangi kenyaman bagi penghuni rumah itu sendiri. Selain itu, pentingnya pendekatan ekologis seperti ramah lingkungan, ikut menjaga kelangsungan ekosistem, menggunakan energi yang efisien,memanfaatan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui secara efisien, menekanan penggunaan sumber daya alam yang dapat diperbarui dengan daur ulang dalam membangun lingkungan akan turut meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Hal ini menjadi konsep arsitektur biologis saat ini menjadi lebih kontemporer.Arsitektur biologis akan mempergunakan teknologi alamiah untuk menetrasi keadaan kritis alam yang sudah mulai terancam, untuk meningkatkan kualitas kehidupan yaitu kerohanian, dan kualitas bangunan dengan bagian-bagian material. Bahan-bahan bangunan yang digunakan dalam mewujudkan arsitektur biologis adalah bahan-bahan bangunan dari alam, seperti kayu, bambu, rumbia, alang-alang dan ijuk.Perencanaan arsitektur biologis senantiasa memperhatikan konstruksi yang sesuai dengan tempat bangunan itu berada. Teknologinya sederhana, bentuk bangunannya punditentukan oleh rangkaian bahan bangunannya dan oleh fungsi menurut kebutuhan dasar penghuni dengan cara membangunnya.Arsitektur tradisional merupakan contoh dari arsitektur biologis. Arsitektur ini mencerminkan suatu cara kehidupan harmonis, asli, ritmis dan dinamis, terjalin antara kehidupan manusia dan lingkungan sekitar secara keseluruhan. Arsitektur tradisional dibangun dengan cara yang sama dari generasi ke generasi berikutnya. Arsitektur ini cocok dengan iklim daerah setempat dan masing-masing suku bangsa di Indonesia rupanya telah memiliki arsitektur tradisional.


Pengertian Ekologi
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos (“habitat”) danlogos (“ilmu”). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 – 1914). Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
            Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembaban, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
             Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antar makhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya. Ekologi, biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan zoologi dan botani yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan, dan ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakan rantai makanan manusia dan tingkat tropik.

Ekologi dan Arsitektur
            Arsitektur ekologis merupakan pembangunan berwawasan lingkungan, dimana memanfaatkan potensi alam semaksimal mungkin. Info lingkungan
            Kualitas arsitektur biasanya sulit diukur, garis batas antara arsitektur yang bermutu dan yang tidak bermutu. Kualitas arsitektur biasanya hanya memperhatikan bentuk bangunan dan konstruksinya, tetapi mengabaikan yang dirasakan sipengguna dan kualitas hidupnya. Apakah pengguna suatu bangunan merasa tertarik.
            Pola Perencanaan Eko-Arsitektur selalu memnfaatkan alam sebagai berikut :
  • Dinding, atap sebuah gedung sesuai dengan tugasnya, harus melidungi sinar panas, angin dan hujan.
  • Intensitas energi baik yang terkandung dalam bahan bangunan yang digunakan saat pembangunan harus seminal mungkin.
  • Bangunan sedapat mungkin diarahkan menurut orientasi Timur-Barat dengan bagian Utara-Selatan menerima cahaya alam tanpa kesilauan
  • Dinding suatu bangunan harus dapat memberi perlindungan terhadap panas. Daya serap panas dan tebalnya dinding sesuai dengan kebutuhan iklim/ suhu ruang di dalamnya. Bangunan yang memperhatikan penyegaran udara secara alami bisa menghemat banyak energi.